Judul Halaman Saya

       Selama menjalankan PKM di TKIT Ibnu Sina banyak pelajaran yang dapat diambil oleh kami sebagai Mahasiswa PKM. Selain berguna sebagai bekal mengajar di masa mendatang, juga menjadi pengalaman yang sangat luar biasa melihat siswa-siswi TKIT Ibnu Sina, yang pada seusianya sudah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam ilmu keagaamaannya karena terus menerus diajarkan dengan sabar oleh para guru-gurunya setiap harinya. Pembelajaran yang dihadirkan di TKIT Ibnu Sina juga tidak terlalu menekankan pada siswa sehingga tidak berakibat pada mental belajar siswa. Siswa yang masih belum bisa menerima pelajaran dengan baik akan terus dengan sabar dibimbing secara perlahan, contohnya adalah saat Qiro’ati dan membaca AISM (Anak Islam Suka Membaca), ketika siswa tersebut masih belum lancar membacanya, maka tidak akan dipaksakan. Tetapi, yang dilakukan adalah membiarkan siswa tersebut mengulang di pertemuan berikutnya dan dituliskan pada buku penghubung agar orang tua dapat melanjutkan di rumah dengan harapan dapat mengulang bacaan tersebut sehingga siswa juga dapat belajar di rumah bersama orang tua.

 

        Hubungan yang dibangun oleh sesama warga sekolah juga sangat baik sehingga dapat terciptanya komunikasi yang efektif, khususnya komunikasi kepada orang tua/wali yang efektif dapat menghasilkan hasil belajar sesuai dengan harapan. Hubungan yang dibangun antar sesama guru dengan staff sekolah pun tidak ada yang berbeda, saling menghormati satu sama lain, tetapi tidak menjadikan suasana menjadi terlalu canggung untuk melontarkan canda antar sesama.

Dengan kelapang dadaan seluruh warga TKIT Ibnu Sina dalam menerima kehadiran mahasiswa PKM memberikan kesan hangat dalam melaksanaan kegiatan PKM selama hampir 1,5 bulan. Keramahan yang diberikan guru-guru serta staff selama kami berada di TKIT Ibnu Sina menciptakan ikatan persaudaraan yang begitu erat seperti layaknya kami sudah menjadi bagian dari TKIT Ibnu Sina. 

Oleh : Anita Mahasisa PKM PG PAUD Universitas Negeri Jakarta