fbpx

GURU ADALAH PAHLAWAN! PAHLAWAN HEBATKAH KITA ???

/, Pendidikan, Tak Berkategori, Uncategorized/GURU ADALAH PAHLAWAN! PAHLAWAN HEBATKAH KITA ???

Kaisar Hirohito : “ Berapa Jumlah Guru yang masih tersisa /hidup?” Pertanyaan ini beliau sampaikan kepada menterinya setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh AS , Agustus 1945 silam. Ratusan ribu bahkan sampai jutaan warga Jepang tewas saat itu dan infrastruktur rusak parah, perekonomian lumpuh total, belum kerusakan alam dan dampak radiasi bom yang sangat luar biasa. Beliau sendiri selamat berkat perlindungan para Jendral di sekelilingnya. Tapi beliau berkata,” Kita telah jatuh karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang tapi kita tidak tahu bagaimana membuat bom yang dahsyat. Hanya kepada guru kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”

Guru, sosok yang sangat penting dan mulia. Hanya kadang banyak diantara kita yang belum meyadari hal ini. Karena Guru menentukan nasib atau masa depan suatu bangsa dan juga menentukan martabat suatu bangsa dimata dunia.  Makanya kita sebagai guru harus bersyukur dengan takdir baik yang Alloh SWT tentukan untuk kita.

Pertanyaan pentingnya adalah “Apakah kita Guru hebat, atau Guru biasa saja ?” Jawabannya tidak sulit, hanya terasa berat jika harus kita jawab dengan jujur.

Karena Guru hebatlah yang menjadikan Jepang yang dulu hancur lebur karena ibukotanya di bom, 8 hari sebelum Indonesia Merdeka, saat ini maju bahkan menjadi Negara yang yang ditakuti Negara lain karena kecanggihan teknologi dan saat ini menjadi ancaman bagi Negara yang dulu membuatnya hancur terpuruk.

Sabtu, 10 November adalah hari Pahlawan bagi Indonesia tercinta. Pahlawan bukan hanya sesorang yang rela mengorbankan jiwa, raga dan nyawanya, karena Pahlawan adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dan kita semua adalah Pahlawan walau sampai saat ini belum mengorbankan darah dan nyawanya. Aktivitas kita mengajar, membimbing, mendidik, menanamkan sikap dan nilai moral, selalu menjadi sosok teladan dan panutan dengan nasehat lembuat dalam kebaikan yang penuh cinta, kesabaran dalam menanamkan dan mengontrol karakter anak didik kita, juga motivasi dan doa tulus yang tidak terputus, itu semua adalah tugas mulia, perintah Alloh SWT dan RasulNya, bukti bermanfaatnya usia dan ilmu kita bagi umat, dan kitalah sebaik-baik manusia sesuai hadits  Rasululloh yang artinya kurang lebih ,”Sebaik-baik manusia diantara kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”

Bapak Ibu Guru….

Anak didik kita seperti tanah liat sebagai bahan baku yang ke depan akan kita cetak menjadi batu bata yang kuat, tangguh, dan bisa menjadi sebuah bangunan tinggi nan megah. Tetapi prosesnya sangat panjang, dari menyingkirkan kerikil dan batu yang bercampur, memisahkan ranting yang mengganggu, mencampurnya dengan air bersih, mengaduknya hingga rata, mencetaknya dengan hati-hati teliti, menjemurnya dengan pengawasan ektra agar jangan terinjak ayam dan terkena tetsan air hujan, palagi pada saat menjemurnya butuh konsistensi panas yang stabil dalam hitungan waktu tertentu yang tidak bisa ditawar.

Ada beberapa pesan Sang Kaisar yang saat itu  disampaikan kepada 45.000 guru yang masih hidup yang beliau kunjungi secara bergantian yang bisa kita adopsi dan realisasikan agar bangsa kita tercinta maju seperti Negara Sakura tsb diantaranya yaitu :

 

Pertama : Guru harus melaksanakan pendidikan yang bermutu. Tidak bisa kita pungkiri bahwa dalam sebuah proses pendidikan, guru sangat menentukan keberhasilan peserta didik. Guru yang yang biasa saja maka anak didiknya juga akan biasa-biasa saja. Guru yang kreatif dan inovatif maka akan menghasilkan peserta didik yang kreatif dan inovatif juga dalam kesehariannya dan bisa kita lihat dari sikap, tingkah laku, cara berfikir dan cara menyelesaikan masalahnya.

Kedua : Guru harus lebih disiplin daripada murid. Guru adalah cermin hidup untuk murid-muridnya. Ada pepatah yang berbunyi “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.“Guru yang hebat seluruh aspek hidup dan kehidupannya harus bisa menjadi contoh dan teladan bagi murid-muridnya. Cara beribadahnya, wudhunya, sholatnya, akhlaknya, berpakaiannya, cara berfikirnya, semangatnya, bahkan sampai bercandanya tetap harus terbingkai dengan nilai-nilai kebaikan. Apalagi kedisiplinanya. Biasanya kedisiplinan guru sangat berkorelasi terhadap kualitas pendidikan di lembaga tersebut. Disebut sekolah unggul, favorit, percontohan tak akan mungkin bisa diraih jika faktor kedisiplinan guru tidak diperhatikan.

Ketiga : Guru harus lebih pintar daripada murid. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Guru adalah orang-orang pilihan, bukan sembarangan. Karena Guru harus mendidik dengan hati, selalu semangat, punya kepribadian yang baik, secara emosi stabil, intra personal atau sosialnya bagus, professional, dan pedagogiknya juga menguasai. Jadi guru yang hebat harus memiliki empat kompetensi yang wajib diterapkan dalam kesehariannya. Maka sangat disayangkan jika untuk memenuhi UU no. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ada lembaga pendidikan yang menjanjikan Ijazah S1 dengan tempo belajar singkat tanpa memperhatikan kualitas dan anehnya banyak juga calon guru yang berminat.

Keempat : Pendidikan harus menuntun Industri. Pendidikan yang ideal menghasilkan peserta didik yang memiliki kopetensi dan skill professional yang dibutuhkan di masyarakat. Industri dan pendidikan harus bersinergi membangun kerja sama mutualisme sehingga saling menguntungkan dan membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima : Guru harus siap belajar ke luar negeri dan menerapkan ilmunya kembali di negeri sendiri. Tuntulah Ilmu sampai ke negeri Cina. Pepatah ini menggambarkan semangat dan kesungguhan yang luar biasa untuk maju walaupun jauh, mahal, dan asing bagi kita.  Guru adalah sosok pembelajar . Pengetahuan luas, wawasan global , inspirator, dan pengalaman adalah modal penting seorang guru. Bersemangatlah terus untuk membaca buku, mengikuti banyak pelatihan-pelatihan :  cara mendidik yang aktif, interaktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan guru menjadi guru hebat yang bermartabat.

Salam Sukses.

Semangat  menjadi  Guru Hebat,

Guru Hebat adalah  Pahlawan .

Guru Pahlawan Pendidikan.
Oleh : ItahBowo

2018-11-08T16:07:31+00:00