fbpx

“KARENA KALIAN ADALAH INVESTASI AKHIRATKU”

//“KARENA KALIAN ADALAH INVESTASI AKHIRATKU”

Alhamdulillah mujahid kecilku baru saja terlelap setelah menyimak beberapa tasmi’ surah-surah pendek yang saya lantunkan, semoga kelak Allah swt takdirkan menjadi hafizh yang mutqin ya nak… Aamiin yra,…

Selanjutnya, status berlanjut dengan niat saya untuk mencoba berpartisipasi dalam kegiatan lomba menulis yang diadakan oleh yayasan #ibnusina bertepatan dengan hari guru yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 25 November. Tema yang diusung adalah “Menjadi Guru yang Dirindukan Mendidik dengan Ketauladanan dan Cinta” tema yang benar-benar sangat menarik bagi saya. Saat ini saya mencoba memainkan jemari dengan kemampuan saya yang awam melalui judul
“KARENA KALIAN ADALAH INVESTASI AKHIRATKU”

Menjadi seorang guru bagi generasi biologis dan ideologis merupakan sebuah anugerah yang luar biasa dari sekian anugerahNYA, oleh sebab itu, kesempatan amal jariah yang tidak akan terputus sampai akhir hayat ini, selalu menarik untuk kita bahas, topik-topiknya akan selalu berkembang dan up todate dalam kajian-kajian parenting, terlebih saat ini berada di jaman millenial, maka sangat dibutuhkan bekal yang mumpuni untuk menjadi seorang guru dan orang tua yang dapat mengantarkan anak didik menjadi generasi shalih yang mushlih.

Berbicara tentang sosok guru yang dirindukan, saya akan mencoba sharing bersama sahabat-sahabat semua berdasarkan pengalaman yang saya rasakan, diantaranya:

1. Perbaiki dan luruskan niat.
Niat adalah faktor utama dalam mengiringi seluruh amal kita. Senantiasa menancapkan dalam hati bahwa menjadi guru adalah tanggung jawab mulia dari Allah swt, amalan inilah yang akan kekal menemani hingga di alam barzah, dengan niat yang tulus ikhlas, maka akan lahirlah sifat2 dan sikap2 kita yang baik. Emosi seorang guru saat berhadapan dengan anak2, apalagi masa perkembangan anak usia dini, sangatlah diuji,tutur kata yang lembut, rasa cinta, kesabaran dan kasih sayang akan lahir dari hati yang bersih yang selalu mengembalikan dan memperbaharui niat tersebut agar tetap berada pada fitrahnya.

2. Memperbanyak komunikasi tentang masalah yang dihadapi anak didik kepada sang Maha pemilik hati mereka.
Saya terus terang saja jika untuk anak biologis, lebih mudah untuk langsung mengiba dan mengadu kepada Allah saat mendapati mereka melakukan sesuatu yang tidak diharapkan,. Saat ini sedang terus berusaha untuk memanggil nama anak2 didik saat sujud panjang, semoga bisa terus istiqomah, agar diberikan kemudahan dalam mengantarkan mereka menjadi generasi rabbani.

3. Lakukan dulu sebelum memerintahkan.
Dalam alqur’an Allah swt berfirman” sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Qs 61: 3). Berusaha untuk memberikan contoh sebelum menyuruh merupakan hal yang dapat menarik simpati anak-anak kita, dan tanpa sadar mereka akan mengikuti kebiasaan guru dan orang tuanya.

4. Ciptakan suasana belajar yang komunikatif dan bersahabat
Saya ingat sebuah quote “ambilah hati dengan hati” itulah barangkali sebabnya kita disuruh rasul berbicara sesuai maqamnya. Berbicara dengan anak balita, usia dini dan remaja tentulah berbeda, dan kita sebagai pendidik diharuskan menguasai kemampuan berkomunikasi sesuai dengan jenjang anak didik kita.

5. Perbanyak “Reward”
Pujian tidak harus selalu dengan materi, pelukan hangat dan kata2 yang lembut serta senyum tulus adalah hadiah untuk mengapresiasi sang juara dan obat untuk sipejuang yang mengalami kendala, tentunya hal ini disesuaikan dengan usia mereka (anak usia dini).

6. Konsisten dalam “Punishment”
Biasanya saya memberikan punishment jika anak didik sudah diajak berdiskusi terlebih dahulu dan sudah diperingatkan sampai 3 kali. Jika kita tidak konsisten, maka temannya akan mudah cemburu dengan perlakuan kita, dan hal ini menimbulkan ketidak sukaan tersendiri pada anak2.

7. Menjadi pendengar setia
Sepertinya untuk urusan ini menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Karena cerita mereka semakin hari semakin banyak dan berkembang maka, kemampuan menyimak kita sebagai guru harus terus diasah, agar mereka merasa menjadi selalu kita anggap penting.

8. Belajar mengambil insight dari tingkah-tingkah unik yang mereka lakukan, jadikan sebuah pengetahuan baru yang terus kita gali dan mencari sumber updatenya dalam “alqur’an, alhadits, qaul ulama dan tokoh2 dibidang parenting”.

Demikianlah sekelumit sharing saya mengenai sosok guru yang dirindukan, tentunya masih banyak sekali tambahan-tambahan ilmu dari sahabat FB semua, mohon dicantumkan dicomment ya… Semoga Allah swt, senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan dan bekal ilmu yang banyak, bermanfaat, dalam mengantarkan putra putri biologis dan ideologis kita sukses, bahagia dunia akhirat… Aamiin Allohumma aamiin…

Seorang Ibu dan guru yang terus belajar😊
ELA NURHIDAYAH

Guru SDIT Ibnu Sina Jakarta

Juara III Lomba Menulis dalam rangka memperingati Hari Guru 25 November 2018
#sditibnusina #tkitibnusina

2018-11-27T10:59:04+00:00