fbpx

Mencharge Kemampuan Diri

//Mencharge Kemampuan Diri

Pada Sabtu, 24 Februari 2018 di SDIT Ibnu Sina Jakarta diadakan sebuah pelatihan kompetensi guru dengan tema “Mengoptimalkan 4 Kompetensi guru sebagai Modal Sukses SKL dan Program Unggulan Ibnu Sina”. Saat membaca pengumuman yang dishare di grup guru Harvest oleh Bu Eva, saya langsung buka materi 4 kompetensi guru untuk memastikan bahwa ingatan saya masih benar karena ini salah satu materi di mata kuliah pedagogik. Akhirnya saya membaca kembali tentang 4 kompetensi guru, SKL Ibnu Sina dan program unggulannya. Sabtu pagi, sambil menunggu teman yang lain, saya mencoba untuk mengingat kembali apa yang sudah saya baca dan membayangkan materi yang akan didapatkan. Pikiran negatif sudah menyapa, “ah paling kayak zaman kuliah, materi pedagogik”.

 

Akhirnya sampai di mushola SDIT Ibnu Sina Jakarta, Alhamdulillah datang tepat waktu 07:54 ketika acara belum dimulai. Saat perkenalan pembicara, kening sudah mulai berkerut. Ternyata pembicaranya adalah seorang dokter hewan, “kok bisa menjelaskan tentang keguruan, kan bukan orang pendidikan”. Ditambah dari awal sampai akhir pelatihan, apa yang sudah saya baca tidak ada yang keluar satu pun (klo inget hal ini konyol sekali, jiwa mahasiswanya masih membekas hehe… mempersiapkan segala kemungkinan).

 

Materi yang disampaikan oleh Pak Aris sangat jauh dari pikiran negatif saya. Tidak ada kata lelah, bosan, mengantuk, ngebetein, atau hal-hal menyebalkan lainnya. Memang benar beliau tidak mengupas teori dari 4 kompetensi guru atau program unggulan atau SKL Ibnu Sina, tapi beliau menjelaskan aplikasi dari semua itu. Inilah bagian paling mengesankan, paling menyenangkan, membahagiakan dan bermakna. Semua hal “buruk” tentang guru dibongkar oleh beliau secara halus. Cukup mencerahkan bahkan menyenggol guru yang punya “hati” seperti saya, terutama saat penjelasan guru galak. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan saya saat mengajar, tidak ada niat menjadi guru galak hanya saja saya belum berjalan sepenuhnya di koridor guru yang tegas.

 

Banyak materi yang Pak Aris sampaikan semuanya menyenangkan dan berguna bagi kami para guru tetapi ada beberapa materi beliau yang paling berkesan bagi saya, diantaranya :

 

  1. Pentingnya bekerja secara tim

Ada kata-kata Pak Aris yang mengatakan kurang lebih seperti ini “jadikanlah kehadiran anda itu menggenapkan dan ketidakhadiran anda mengganjilkan”. Disini Pak Aris menjelaskan bagaimana pentingnya seorang guru di sekolah. Bahkan bisa dikatakan kelas yang kosong itu musibah. Memang betul dan saya sangat setuju. Baik itu guru mapel apalagi guru walas jika tidak hadir maka kelas itu akan “berantakan”. Banyak hal yang tidak akan maksimal, seperti penyampaian materi, pengkondisian anak, eksplorasi kemampuan anak, dan yang paling penting waktu 1 hari atau 1 pertemuan itu sangat berharga. Sebagaimana sudah diatur dalam prota dan promes.

Sebuah sekolah yang besar isinya tidak hanya guru dan siswa saja, masih banyak elemen lain seperti kepala sekolah, wakasek, TU beserta staf, OB, satpam, bahkan tim marketing. Semua elemen ini memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing, satu orang saja tidak ada atau tidak masuk maka sekolah akan kerepotan.

Disinilah pentingnya bekerja sama dalam tim. Tidak ada elemen yang paling unggul atau elemen yang paling sedikit kontribusinya. Jika semua elemen dalam sekolah menjalankan tugas sebagaimana mestinya maka akan tercipta kondisi sekolah yang menjadi impian masing-masing lembaga.

 

  1. Kerja dan motivasi

Di materi ini Pak Aris membahas 3 tipe guru yaitu guru nyasar, bayar, dan sadar. Selama mengikuti materi ini jujur saya banyak menelaah teman-teman kerja saya. Ternyata memang benar adanya, semua tipe guru itu ada di sekolah saya. Selain itu, saya mencoba menelaah diri saya, walaupun sangat sulit. Ternyata diri saya baru mencapai tipe bayar belum guru yag sadar. Semoga seiring berjalannya waktu bisa berubah ke arah guru sadar. Untuk menjadi seorang guru yang sadar perjuangan yang musti ditempuhnya bukan main-main.

  1. Motivasi menjadi guru sadar adalah amanah dan perintah dari Allah. Yang mana segala tingkah laku seorang guru akan diminta pertanggungjawabannya di hari kiamat kelak (mulai penjelasan ini, hati mengakui berbagai kekeliruan yang pernah saya buat selama ini).
  2. Bekerjanya sebagai khilafah Allah. Orang yang akan merawat bahkan menjaga bumi Allah. Hal ini sejalan dengan visi Yayasan Ibnu Sina “Membangun Peradaban Islam” artinya ketika menjadi seorang guru di Ibnu Sina, menciptakan generasi yang akan menjaga yang Allah berikan melalui peradaban islam. Mulai menelaah lagi apa yang sudah saya sumbangkan untuk membangun peradaban itu? Sepertinya masih jauh.
  3. Yang di cari oleh tipe guru sadar adalah lebih banyak tugas. Tipe guru ini tidak pernah mengelu saat diamanahi tugas oleh atasannya. Malah sebaliknya, tipe ini akan sangat bahagia, tertantang dan menambah kemampuan dirinya.
  4. Harapannya berkontribusi memberi manfaat kepada orang lain. Artinya pikiran seorang guru tidak terfokus dengan nominal gaji yang diberikan tapi lebih ke arah seberapa besar dirinya bermanfaat untuk orang lain. Pak Aris menjelaskan, ada guru yang kerja tergantung gaji bahkan lebih terkesan perhitungan. Maka dari itu Pak Aris memberikan pilihan NO NO, YES YES YES, atau OKE OKE YES YES.
  • Tipe NO NO tipe yang dia hanya mau bekerja sesuai yang ditugaskan saja, jika sudah selesai berarti sudah. Selain itu tipe ini enggan membantu rekan sejawat.
  • Tipe YES YES YES ialah tipe yang mau membantu teman sejawatnya jika sendirinya pernah dibantu. Artinya tipe ini hanya mau “me-“ jika sudah “di-“. Contohnya mau membantu karena pernah dibantu, mau membimbing karena pernah dibimbing dan sebagainya.
  • Tipe OKE OKE YES YES ialah tipe yang paling sempurna. Dia bukan tipe orang yang perhitungan, membantu siapapun selagi bisa pasti oke. Seperti saat melihat kelas kosong, tanpa disuruh oleh pimpinan dia akan mengisi kelas tersebut.

Dari 3 tipe ini, saya bingung menentukan posisi yang sekarang antara posisi kedua atau ketiga. Keduanya belum sepenuhnya. Bismillah jika sudah diberi ilmunya semoga lebih baik.

 

  1. Kecerdasan yang harus dimiliki oleh seorang guru

Pa Aris menyebutkan ada beberapa kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap guru diantaranya kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan menghadapi masalah. Penjelasan mengenai ini secara tidak langsung mengupas 4 kompetensi guru. Hubungan keduanya terjalin sangat erat, yakni kecerdasan intelektual dengan kompetensi profesional, kecerdasan emosional dengan kompetensi pedagogik, kecerdasan spiritual dengan kompetensi sosial dan kecerdasan menghadapi masalah dengan kompetensi kepribadian.

 

Semua yang disampaikan Pak Aris itu sangat bermanfaat terutama untuk guru low seperti saya. Dari pelatihan seperti ini banyak hal yang bisa di charge kembali seperti kepribagian, etos kerja, kemampuan akademik, bahkan cara pandang seorang guru untuk kedepannya. Penjelasan Pak Aris itu semakin membuka mata saya bahwa “segala sesuatu yang guru inginkan dari sebuah sekolah, harus dimulai dari hati masing-masing guru” artinya segala SKL dan program unggulan di Ibnu Sina akan tercapai jika para guru khususnya selalu memiliki kemauan untuk terus mengup grade kemampuan masing-masing. Benar pepatah arab mengatakan man jadda wa jadda artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil.

 

Jauh sebelum pelatihan ini dilaksanakan jika Allah mengizinkan saya masih tetap di Ibnu Sina, tahun depan saya ingin menambah beberapa program bermanfaat diantaranya ingin membudayakan dzikir asmaul husna setiap pagi sebelum KBM dimulai, membuat ekstrakulikuler math club sampai bisa meraih piala nasional di olimpiade matematika, menambah hafalan qur’an saya dan lebih merapikan segala administrasi sekolah mulai dari administrasi pribadi saya.

Terima kasih Ibnu Sina yang mau menerima saya, seorang guru yang tidak memiliki kemampuan apa-apa lalu diberikan pelatihan-pelatihan yang sangat bermanfaat.

 

Terima kasih Ibnu Sina sudah memberikan banyak ilmu organisasi, ilmu manajerial, ilmu agama, dan berbagai ilmu bermanfaat lainnya kepada saya.

 

Semoga Allah kumpulkan kembali kita semua di surgaNya kelak.

Cucu Purnamasari, S.Pd.

Guru SDIT Ibnu Sina Harvest City

2018-05-21T13:19:49+00:00