fbpx

Srikandi Pendidikan

/, Pendidikan, Tak Berkategori/Srikandi Pendidikan

Srikandi, nama yang tak asing di telinga orang Indonesia. Sehingga menjadi sebuah simbol atau icon kekuatan wanita yang tangguh. Hampir setiap pergolakan dan pergerakan beranggotakan wanita, maka muncul nama Srikandi . Dan menjadi simbol kekuatan sebuah tokoh wanita kuat, perkasa, tangguh, pemberani, smart, kritis, dan wanita yg inovatif. Apakah di antara wanita tangguh sekarang layak menjadi icon?

Di antara wanita – wanita tangguh ” Jaman Now “. Ada wanita – wanita yang konsen pada dunia pendidikan. Mendidik, mengajar, menginspirasi bagi peserta didik. Ketangguhan wanita dalam menyetak generasi masa depan pada zaman ini, tidak diragukan lagi.
Berdasarkan data ( Kompasiana.com ) tersebut diatas 96,79% tenaga KS-guru di TK adalah perempuan, angka paling tinggi dari tahun 2016/2017. Disusul SLB 70,39% adalah guru perempuan, dan terakhir paling bawah guru perempuan di sekolah SMK 50,36%
Konon kabarnya salah satu SDN di Papua, hanya memiliki 1 guru pria dan 29 guru wanita yang mengajar 657 siswa.

Dari data tersebut kita ketahui bahwa wanita adalah pendidik yang tangguh, kuat akan tantangan, Srikandi di Dunia Pendidikan. Wanita dapat mendidik dengan baik, mengonsep berbagai metode pendidikan, sehingga dalam mendidik dan mengajar tidak terkesan monoton.

Mengapa wanita dikatakan Srikandi dalam Pendidikan? Karena wanita mendidik dengan rasa cinta yang full. Idealisasi wanita dalam mendidik mengantar peserta didik berpacu untuk bersaing dan mendapat hasil didik yang memuaskan.

Badai, ombak, dan duri dalam memperjuangkan pendidikan yang baik adalah cita – cita seorang pendidik. Menerjang badai, mengarungi ombak, dan meniti duri dalam mendidik dan mengajar peserta didik adalah rutinitas sehari – hari. Tak sedikit caci maki, sikap tidak sopan, dan perlakuan burukpun sering didapati. Namun bukanlah seorang Srikandi, bila tak dapat melalui itu semua.

Namun dengan ketangguhan, kecerdasan, dan inovasi yang ada pada diri wanita sebagai Srikandi. Tetaplah kembalikan wanita pada kodratnya, yaitu : Wanita sebagai anak, istri dan ibu bagi anak – anaknya. Sehingga ketangguhan wanitapun dapat tersalurkan di rumahnya sendiri.

Senyumlah Pendidik Wanita
Senyumlah Ibu dari Anak – anak
Senyumlah Istri sholihah
Senyumlah Srikandi Pendidikan.

~ Sal Bohari ~

2018-10-31T08:24:07+00:00